INFOBERGIZI.NET — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan terobosan dengan mengintegrasikan layanannya dengan program Badan Gizi Nasional (BGN). Kolaborasi ini ditargetkan akan memperluas cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ratusan ribu kelompok rentan pada tahun ini.
Melalui skema terpadu, Kemensos menyasar sekitar 300 ribu hingga 400 ribu lanjut usia (lansia) dan sekitar 36 ribu penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin.
“Ini adalah upaya perluasan sasaran yang dilakukan melalui integrasi program MBG BGN dengan layanan perlindungan sosial kami,” tegas Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam konfirmasinya di Jakarta, Kamis (6/2).
Ia menjelaskan bahwa meski layanan makan bagi lansia telah ada, integrasi ini dirancang untuk membuat penyaluran lebih terkoordinasi, efisien, dan tepat sasaran. Jumlah lansia penerima manfaat diproyeksikan melonjak signifikan, dari sekitar 136 ribu orang sebelumnya, dengan kemungkinan mencakup pula lansia di panti werdha.
Mekanisme distribusi yang diperkuat menjadi kunci. Penyediaan makanan akan dipusatkan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan penyalurannya akan melibatkan sinergi tiga pihak: petugas Kemensos, caregiver atau perawat profesional, dan relawan sosial.
Untuk penyandang disabilitas, rencananya mereka akan menerima makanan bergizi dua kali sehari (pagi dan siang). Sementara itu, mekanisme khusus untuk ibu hamil akan ditangani oleh kementerian teknis terkait.
Pendataan yang akurat menjadi fondasi program ini. Kemensos bersama pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menentukan mekanisme distribusi yang paling efektif di setiap wilayah.
Integrasi MBG dengan perlindungan sosial ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan gizi kelompok rentan, sekaligus mengoptimalkan sistem penyaluran bantuan sosial pemerintah berbasis data yang adil dan terukur.**

Komentar