INFOBERGIZI.NET — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sumber pendanaan untuk program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), berasal dari hasil efisiensi pengelolaan keuangan negara.
Langkah ini disebutnya sebagai upaya strategis untuk mencegah praktik korupsi yang selama ini berpotensi terjadi akibat pemborosan anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian dan Pangan (SPPG) milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2025).
Di hadapan para hadirin, Presiden menepis anggapan bahwa program MBG merupakan bentuk pemborosan.
“Kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang. Padahal, saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, alokasi dana hasil efisiensi ke program sosial seperti MBG menjadi langkah preventif agar uang negara tidak disalahgunakan.
Ia meyakini bahwa tanpa penghematan, dana tersebut berisiko dikorupsi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
“Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti budaya boros yang selama ini mengakar di lingkungan pemerintahan.
Ia mencontohkan berbagai kegiatan yang dinilai tidak produktif dan hanya menghabiskan anggaran.
“Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa, negara dan rakyat, itu terus dilaksanakan,” ungkap Prabowo.
Ia menambahkan, praktik seperti rapat-rapat di hotel di luar kota, seminar, konferensi, hingga kunjungan yang tidak bermanfaat hanya merugikan rakyat.
“Rakyat ditipu, rakyat dibohongi, ini yang kita hemat, kita alihkan untuk hal seperti ini,” pungkasnya.
Dengan pengalihan anggaran ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.**
