INFOBERGIZI.NET — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan progres positif.
Sebanyak 104 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak operasional, memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu, menegaskan bahwa seluruh dapur yang beroperasi di wilayah tersebut tetap berjalan lancar.
Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mengalami penghentian sementara, Kepri justru menunjukkan stabilitas dalam proses pemenuhan standar.
“Seluruhnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan, dan sebagian besar telah mendaftar SLHS,” ujar Anindita saat dihubungi di Batam, Senin (23/3/2026).
Dari total 205 dapur SPPG yang tersebar di Kepri, lebih dari separuhnya—tepatnya 104 unit—telah memenuhi sertifikasi tersebut.
Adapun dapur lainnya masih dalam tahap verifikasi dan pendampingan intensif untuk memastikan seluruh standar terpenuhi.
Anindita menambahkan, pihaknya menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dalam melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkala.
Sinergi ini bertujuan agar seluruh dapur dapat beroperasi sesuai ketentuan tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Meldasari, menjelaskan bahwa setiap dapur wajib memiliki SLHS paling lambat satu bulan sejak ditetapkan sebagai pelaksana program MBG.
Ketentuan ini mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang mendorong percepatan penerbitan sertifikat higiene sanitasi.
Proses penerbitan SLHS dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai dari pendampingan oleh puskesmas, verifikasi dokumen, hingga inspeksi kesehatan lingkungan oleh dinas terkait.
Selain itu, dapur juga diwajibkan melengkapi persyaratan teknis, termasuk sertifikat keamanan pangan bagi para penjamah makanan.
Setelah seluruh tahapan verifikasi rampung, dilakukan pengujian sampel untuk memastikan kelayakan operasional dapur sesuai standar higiene dan sanitasi yang ketat.
Dengan capaian ini, Kepulauan Riau menunjukkan kesiapan yang matang dalam menjalankan program prioritas nasional MBG, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam memadukan kecepatan operasional dengan ketatnya standar keamanan pangan.**
