Nasional
Beranda » Berita » BPJPH Sebut 2.340 SPPG Program MBG Sudah Bersertifikat Halal

BPJPH Sebut 2.340 SPPG Program MBG Sudah Bersertifikat Halal

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, di Gedung BPJPH Jakarta (Dok. BPJPH/INFOBERGIZI.NET)
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, di Gedung BPJPH Jakarta (Dok. BPJPH/INFOBERGIZI.NET)

INFOBERGIZI.NET — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mencatat sebanyak 2.340 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memperoleh sertifikat halal per Kamis, 12 Februari 2026.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan capaian tersebut dalam keterangannya yang diterima di Istanbul, Turki.

Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah seiring percepatan sertifikasi yang sedang berjalan.

“Saat ini data Sihalal mencatat sebanyak 2.340 SPPG telah bersertifikat halal. Jumlah ini terus bertambah karena yang lainnya juga sedang dalam proses,” ujar Haikal.

Capaian ini merupakan bagian dari strategi percepatan sertifikasi halal yang direncanakan secara terstruktur dan berkesinambungan.

Prabowo Bertahan di Jalan MBG: “Daripada Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Bisa Makan”

Haikal menjelaskan, pihaknya menempatkan Penyelia Halal di setiap dapur SPPG guna memastikan proses produk halal berjalan sesuai ketentuan.

“Kita sedang mengakselerasi sertifikasi halal dapur SPPG. Semua kepala dapur kami latih menjadi Penyelia Halal melalui pelatihan calon penyelia,” katanya.

Hingga saat ini, pelatihan telah menghasilkan 3.198 Penyelia Halal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut terus bertambah seiring pelaksanaan pelatihan berkelanjutan dan peningkatan jumlah SPPG bersertifikat halal.

Haikal menegaskan, keberadaan Penyelia Halal menjadi kunci dalam menjaga mutu dan kehalalan produk pangan yang disajikan.

104 Dapur MBG di Kepri Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Operasional Tetap Berjalan Mulus

Mereka berperan sebagai pengawas lapangan yang dapat segera mengambil tindakan jika ditemukan ketidaksesuaian bahan maupun proses produksi.

“Mereka adalah kepanjangan tangan kami. Prinsip trustability, traceability, dan transparency dapat diterapkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Menurut Haikal, program MBG melibatkan rantai pasok yang panjang. Oleh karena itu, sertifikasi halal tidak hanya menjamin kehalalan, tetapi juga mutu dan gizi pangan yang disajikan kepada masyarakat.

“MBG melibatkan rantai pasok panjang, dari hulu hingga penyajian. Sertifikasi halal memastikan mutu, gizi, dan kehalalan pangan tetap terjaga,” pungkasnya.**

Siap-siap, BGN Bakal Bentuk Tim Klasifikasi SPPG untuk Tingkatkan Kualitas MBG
× Advertisement
× Advertisement