Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Bertahan di Jalan MBG: “Daripada Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Bisa Makan”

Prabowo Bertahan di Jalan MBG: “Daripada Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Bisa Makan”

Anak-anak yang tengah menikmati MBG (Dok. BGN)
Anak-anak yang tengah menikmati MBG (Dok. BGN)

INFOBERGIZI.NET — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempertahankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai kritik yang menyoroti dampaknya terhadap fiskal negara.

Bagi Prabowo prioritas utama adalah memastikan anggaran negara benar-benar dinikmati rakyat, bukan menguap di tengah jalan.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” ujar Prabowo dengan tegas.

Kepala Negara menyadari bahwa program unggulannya ini tidak luput dari kekurangan dalam implementasi.

Namun, ia menekankan bahwa pemerintah telah bergerak cepat dengan menutup ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum memenuhi standar, sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas.

104 Dapur MBG di Kepri Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Operasional Tetap Berjalan Mulus

Lebih dari sekadar program bantuan sosial, Prabowo menyoroti efek berganda MBG dalam menciptakan lapangan kerja.

Ia memproyeksikan pada puncak pelaksanaannya, program ini akan menggerakkan perekonomian rakyat secara masif.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” paparnya.

Ia melanjutkan, setiap dapur juga akan menciptakan rantai pasok yang melibatkan pelaku usaha kecil.

“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” imbuh Presiden.

Siap-siap, BGN Bakal Bentuk Tim Klasifikasi SPPG untuk Tingkatkan Kualitas MBG

Prabowo juga membantah anggapan bahwa MBG akan membebani keuangan negara dengan utang baru.

Menurutnya, program ini dibiayai melalui hasil pemangkasan anggaran yang tidak prioritas serta upaya serius menekan kebocoran.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.

Di akhir pernyataannya, Presiden menyampaikan alasan mendasar di balik kegigihannya memperjuangkan program ini: keadilan bagi rakyat yang selama ini belum sepenuhnya merasakan hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.

Said Abdullah Sebut Anggaran MBG Tak Kurangi Porsi Pendidikan

Dengan pernyataan ini, Prabowo kembali mengokohkan posisi MBG sebagai salah satu pilar utama pemerintahannya, yang tidak hanya menyasar aspek gizi, tetapi juga pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai lapisan masyarakat.**

× Advertisement
× Advertisement