INFOBERGIZI.NET — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencatatkan angka yang sangat tinggi, bahkan disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah kepemimpinan nasional di awal masa pemerintahan.
Temuan ini terungkap dalam Survei Nasional terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia pada Minggu (8/2/2026).
Survei yang digelar dengan metode ilmiah ketat itu menunjukkan, sebanyak 79,9% publik Indonesia menyatakan puas dengan kinerja Presiden. Rinciannya, 66,9% menyatakan cukup puas dan 13% lainnya sangat puas.
“Ini angka yang tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden SBY maupun Presiden Jokowi pasca-Pilpres,” tegas Burhanuddin Muhtadi, Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, dalam pemaparan survei secara daring.
Keberhasilan pemerintahan dalam merespons krisis dan memulihkan kondisi nasional dengan cepat disebut sebagai faktor pendorong utama tingginya angka kepuasan ini.
“Ini menarik, karena sempat terjadi penurunan kepercayaan publik pada Agustus. Tapi penanganan kerusuhan dan pemulihan kondisi yang sangat cepat membuat kepercayaan publik bangkit kembali,” jelas Kiki Iswara Darmayana, CEO Rakyat Merdeka Group, yang hadir sebagai pembahas.
Ia menambahkan, dari perspektif media, kecepatan pemulihan tersebut bahkan berada di luar prediksi.
Pemerintah dinilai berhasil mengendalikan situasi dan mengembalikan stabilitas hanya dalam hitungan satu hingga dua bulan.
Survei ini juga mengungkap alasan di balik kepuasan masyarakat.
Mayoritas responden menyoroti komitmen pemberantasan korupsi, efektivitas pemberian bantuan sosial, sikap tegas Presiden, serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai poin-poin kinerja yang paling dihargai.
Secara umum, publik menilai kondisi ekonomi, politik, dan pemberantasan korupsi semakin positif.
Namun, survei juga menangkap tantangan yang dirasakan langsung di tingkat rumah tangga.
Meski kondisi ekonomi keluarga dinilai membaik dalam setahun terakhir, daya beli masyarakat justru cenderung menurun, terutama terkait harga kebutuhan pokok.
Hal ini sejalan dengan temuan bahwa 75% warga menilai stabilitas harga, pemberantasan korupsi, lapangan kerja, dan pengurangan kemiskinan sebagai isu utama yang masih perlu menjadi prioritas pemerintah.
Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.220 responden yang tersebar proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.
Margin of error survei ini adalah ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Seluruh wawancara dilakukan tatap muka dengan pengawasan kualitas (quality control) yang ketat, termasuk pengecekan acak terhadap 20% sampel.
Diskusi rilis survei turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dari kalangan akademisi dan media, seperti Suparji Ahmad (Ketua Senat Akademik UAI), Retno Pinasti (Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar), dan Primus Dorimulu (CEO Investortrust.id), yang memperkaya analisis atas temuan ini.
Secara demografis, kepuasan tersebar merata di berbagai kelompok.
Meski tercatat lebih rendah pada kelompok etnis Betawi dan Minang serta di wilayah DKI Jakarta, angkanya tetap berada di atas 50%, mengindikasikan penerimaan yang masih kuat secara nasional.**
