Daerah
Beranda » Berita » Diawasi Bapanas dan Polisi, Harga Beras di Malang Jelang Ramadan Terpantau ‘Ramah’

Diawasi Bapanas dan Polisi, Harga Beras di Malang Jelang Ramadan Terpantau ‘Ramah’

Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polres Malang meninjau langsung pasar (Istimewa)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polres Malang meninjau langsung pasar (Istimewa)

INFOBERGIZI.NET — Menjelang bulan suci Ramadan 2026, kabar baik datang dari pasar tradisional di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga beras, komoditas utama masyarakat, masih menunjukkan grafik yang stabil dan terkendali.

Setelah melakukan inspeksi langsung di Pasar Kepanjen, Puspa Dewi dari Bapanas membeberkan fakta yang cukup melegakan.

“Tidak ada kenaikan untuk beras. Harga premium bertahan di Rp15.500 per kilogram, sedangkan medium Rp14.000 per kilogram,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).

Namun, kunjungan ini bukan sekadar ritual biasa.

104 Dapur MBG di Kepri Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Operasional Tetap Berjalan Mulus

Dewi menegaskan, pemantauan ini adalah langkah proaktif untuk memetakan situasi dan menyiapkan skenario intervensi pemerintah jika nantinya terjadi gejolak harga, terutama saat permintaan melonjak di bulan Ramadan.

Selain beras, tim gabungan Bapanas dan Satgas Pangan Polres Malang juga menyisir harga komoditas krusial lain.

Hasilnya beragam, di tengah stabilitas beras, cabai rawit justru meroket dari kisaran Rp65.000 menjadi Rp75.000-Rp80.000 per kilogram.

“Kenaikan ini kemungkinan dipengaruhi cuaca,” tambah Dewi. Telur ayam juga tercatat naik tipis menjadi Rp29.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000.

Di sisi lain, harga daging sapi (Rp118.000/kg) dan daging ayam (Rp33.000/kg) masih patuh pada aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Prabowo Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Hasil Efisiensi untuk Cegah Korupsi

Di lapangan, AKP Hafiz Prasetia Akbar, Kepala Satgas Pangan Polres Malang, menyatakan kesiagaan penuh.

Pengecekan rutin dilakukan untuk mencegah ketidakstabilan.

“Harga secara umum cenderung stabil. Cabai yang sempat tembus Rp80.000, hari ini sudah kembali ke Rp75.000,” ujar Hafiz yang juga Kasatreskrim ini.

Meski hingga saat ini belum ditemukan indikasi penimbunan, Satgas Pangan tetap membuka kanal pengaduan masyarakat.

“Kami siap mengambil tindakan jika ditemukan lonjakan harga yang mencurigakan,” pungkasnya.**

Bapanas Jamin Stok Pangan Surplus: 4 Juta Ton Beras Siap Sambut Ramadan

× Advertisement
× Advertisement